Cuplikan Chapter ini
Mentari pagi perlahan menerobos ufuk timur memancarkan sinarnya yang keemasan ke seluruh penjuru rimba persilatan yang kini kembali diselimuti kedamaian Embun pagi masih tampak bergelayut manja di ujung-ujung daun pepohonan purba berkilau bagai permata di bawah terpaan cahaya pagi yang hangat Suara kicauan burung liar bernyanyi bersahutan menggantikan deru suara pedang dan dentuman tenaga dalam yang selama berbulan-bulan terakhir mencekam wilayah perbatasan Langit biru jangkau tanpa sed