Cuplikan Chapter ini
Kabut tebal menyelimuti lereng bukit merayap pelan di antara pepohonan pinus yang menjulang tinggi di perbatasan lembah Langkah kaki Kamil Rafar dan Yafid terdengar bergemerisik di atas tumpukan daun kering yang basah oleh embun pagi Perjalanan panjang setelah pertempuran melelahkan di hutan perbatasan benar-benar menguji ketahanan fisik mereka yang masih dibalut sisa-sisa luka ringan Di hadapan mereka di balik tirai kabut yang mulai menipis tampak deretan atap rumah berlumut dari seb