Cuplikan Chapter ini
Malam merangkak lambat menyisakan keheningan pekat yang mencengkeram sudut-sudut kedai tua di ujung perbatasan Aroma kayu basah dan sisa minyak lampu berbaur di udara menciptakan suasana yang menyesakkan Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh sebatang lilin hampir padam bayangan tiga orang pria tampak memanjang di dinding kayu yang lapukDi tengah malam yang sunyi di dalam kedai Kamil membentangkan peta kulit domba di atas meja kayu Suara gemeresik kulit yang kaku terdengar nyaring