Cuplikan Chapter ini
Desau angin malam membawa aroma mesiu dan darah yang membeku di sepanjang lorong-lorong batu markas Golongan Hitam Setelah pertempuran sengit di ruang arsip dan aula utama rombongan utama Aliansi Putih berlari cepat menyusuri terowongan bawah tanah yang membawa mereka keluar menuju titik evakuasi dinding timur Cahaya bulan purnama yang pucat akhirnya menyapa mata mereka memberikan secercah harapan bahwa kebebasan sudah berada di depan mata Namun impian singkat itu hancur seketika saat m