Cuplikan Chapter ini
Suasana di dalam gua pertapaan kuno itu terasa begitu sunyi dan mencekam seolah waktu pun enggan berputar di tempat yang dipenuhi oleh aura magis yang pekat tersebut Dinding-dinding batu purba di sekeliling mereka memancarkan cahaya kebiruan yang redup menyinari sosok Tera yang terbaring lemah di atas sebuah altar batu beralaskan jubah sutra yang mulai ternoda oleh tetesan darah Di hadapan altar tersebut Arka berdiri terpaku dengan tubuh gemetar hebat menatap sebuah prasasti pusaka lelu