Cuplikan Chapter ini
Malam di Benteng Hitam berubah menjadi lautan darah dan debu Di tengah pelataran batu yang hancur berkeping-keping Arka berlutut dengan satu kaki napasnya memburu tak beraturan dan darah segar mengalir deras dari sudut bibirnya Pedang kayunya telah patah menjadi dua menyisakan dirinya yang hampir sepenuhnya kehabisan tenaga setelah bertarung melawan puluhan pendekar bayaran Di hadapannya Panglima Golongan Hitam berdiri menjulang dengan seringai mengerikan di balik topeng besi berdarah