Cuplikan Chapter ini
Desing angin malam yang berdarah menyapu sisa-sisa reruntuhan batu di pinggiran lembah membawa serta bau mesiu keringat dan anyir darah yang menyesakkan dada Di tengah kancah medan pertempuran yang porak-poranda di mana lidah api masih menjilat-jilat sisa bangunan yang terbakar Arka dan Tera berdiri terpaku bagai arca batu Suara benturan pedang dan teriakan kesakitan dari para prajurit seolah menjauh meredup di telinga mereka yang kini berdengung hebat oleh hantaman kesadaran yang san