Cuplikan Chapter ini
Langkah kaki Tera terdengar amat ketat melintasi tumpukan daun kering di pinggir Hutan Kelabu Sinar rembulan yang mengintip dari balik awan tebal menyinari parasnya yang pucat Tidak ada lagi kehangatan yang biasanya terpancar dari sepasang matanya tidak ada lagi lengkung senyum tipis yang belakangan ini sering menghiasi bibirnya Tera kembali ke kelompok dengan wajah dingin tanpa ekspresi memasang kembali perisai emosional yang telah lama berhasil diruntuhkan oleh ArkaSetiap gerakannya k