Cuplikan Chapter ini
Suasana malam di ruang obat kedai terasa begitu mencekam ditemani oleh cahaya lampu minyak yang berkedip-kedip akibat terpaan angin malam dari celah jendela yang terbuka Aroma tajam berbagai jenis akar-akaran rempah kering dan cairan obat memenuhi setiap jengkal ruangan yang sempit itu Di atas meja kayu panjang puluhan wadah tanah liat berbaris rapi berisi sisa-sisa bahan pengobatan yang semakin hari semakin menipis Zahra berdiri di samping meja dengan kening berkerut dalam jemarinya