Cuplikan Chapter ini
Langit malam di atas bukit Perguruan Angin Sejuk membeku dalam kegelapan yang mencekam Bau hangus dan aroma tembaga membanjiri udara pagi yang dingin saksi bisu dari gempuran tanpa henti yang dilancarkan oleh pasukan Golongan Hitam Di garis batas terdepan di antara reruntuhan gerbang kayu yang telah hancur menjadi arang Arka dan Tera berdiri berdampingan Tidak ada lagi jarak satu jengkal pun di antara mereka Racun prasangka dan intrik musuh yang sempat memisahkan jiwa mereka kini telah