Cuplikan Chapter ini
Malam semakin larut menyelimuti reruntuhan benteng pertahanan dengan jubah kelam yang pekat dan menyesakkan Di balik bayang-bayang menara pengawas yang telah runtuh sebagian udara terasa dingin berbau debu dan mesiu sisa pertempuran Fathan dan Galin bergerak cepat menuju dinding timur benteng yang berbatu terjal dan luput dari perhatian patroli musuh Langkah kaki mereka diredam oleh tebalnya lumut yang menutupi tanah menghindari setiap serpihan batu kerikil yang berpotensi menghasilkan