Cuplikan Chapter ini
Angin malam di Lembah Bukit Tengkorak mendadak bertiup liar memutar dedaunan kering di tanah dan menyebarkan hawa dingin yang tak wajar Di tengah medan pertempuran yang masih berantakan Arka menghentikan langkah kakinya seraya mengusap peluh bercampur darah di dahinya Di sampingnya Tera Danu dan Rhea bersiap dalam posisi tempur menyapu pandangan ke sekeliling celah bukit yang sunyiAda yang tidak beres dengan angin ini Arka bisik Tera seraya menggenggam erat busurnya Matanya yang t