Cuplikan Chapter ini
Angin malam yang berhembus menembus celah-celah reruntuhan benteng terasa begitu dingin membawa hawa aneh yang manis namun menusuk hidung Di tengah lembah batu yang sunyi sepuluh anggota kelompok berdiri merapat Pertempuran sengit baru saja usai beberapa saat lalu meninggalkan jejak kelelahan yang teramat sangat pada wajah-wajah muda itu Namun rasa lega yang sempat hinggap di dada mereka mendadak sirna ketika sebuah kabut tipis berwarna keunguan merayap pelan dari celah-celah tanah yan