Cuplikan Chapter ini
Sinar matahari pagi menerobos tipis di antara celah-celah daun pohon pinus membiaskan garis-garis cahaya keemasan di halaman Perguruan Angin Sejuk Arka berdiri di depan cermin tembaga kecil di kamarnya merapikan lipatan jubah putihnya dengan gerakan cermat Setelah peristiwa retaknya latihan mereka dua malam lalu hubungan Arka dan Tera memburuk bagaikan benang kusut yang makin kencang ditarik Namun pagi ini ada raut tekad yang tegar di wajah pemuda ituKau yakin ingin menemuinya sekaran