Cuplikan Chapter ini
Langkah kaki Arka dan Tera menggema nyaring di sepanjang lorong batu yang gelap dan lembap di dalam Benteng Besi Suasana di sekitar mereka begitu sunyi tetapi ketegangan di udara terasa begitu pekat seolah setiap detik membawa ancaman kematian yang tak kasat mata Aroma besi berkarat dan darah kering mendominasi penciuman mereka menjadi saksi bisu atas pertempuran-pertempuran kejam yang telah terjadi sebelumnya di tempat iniKetika mereka akhirnya mencapai ujung lorong dan melangkah masuk