Cuplikan Chapter ini
Uap putih tipis masih mengepul dari cawan tanah liat yang baru saja diminum oleh Arka dan Tera Cairan penawar pahit getir itu perlahan-lahan merambat ke seluruh pembuluh darah mengusir sisa-sisa kelumpuhan yang sempat mencengkeram saraf mereka setelah melewati jebakan gas beracun di labirin bawah tanah Arka menarik napas dalam-dalam merasakan aliran chi kembali merata di sekujur tubuhnya meski otot-ototnya masih terasa ngilu dan kaku Di sampingnya Tera perlahan membuka mata mengusap pe