Cuplikan Chapter ini
Suasana di aula utama benteng utama Golongan Hitam kini telah berubah menjadi lautan sunyi yang mencekam Abu sisa pertempuran masih mengepul tipis di udara bercampur dengan bau amis darah dan mesiu yang menyengat indra penciuman Di sela-sela reruntuhan singgasana panglima yang hancur berkeping-keping akibat hantaman tenaga dalam tingkat tinggi Arka berjalan perlahan dengan langkah kaki yang terasa berat karena kelelahan Matanya menyapu setiap jengkal lantai batu marmer hitam yang berdara