Cuplikan Chapter ini
Malam kembali merayap turun menyelimuti pelataran pertapaan Lembah Sunyi dengan selimut gelap yang pekat dan sunyi Di bawah naungan cahaya bulan sabit yang pucat Arya berdiri tegak di tengah lapangan batu marmer putih Napasnya teratur ditarik dalam-dalam melalui hidung lalu diembuskan perlahan lewat mulut untuk menenangkan gejolak tenaga dalam di dalam dada Di kedua tangannya sepasang pedang pendek kayu giok berukir kelopak bunga teratai digenggam erat Bayangan tubuhnya memanjang di a