Cuplikan Chapter ini
Angin malam di Lembah Sunyi menderu kencang membawa serta bau amis darah dan sisa-sisa abu kehancuran yang bertebaran di atas tanah Di tengah arena pertempuran yang porak-poranda dua sosok berdiri dengan napas yang memburu hebat Arka dan Tera terhuyung bangkit dari tanah tubuh mereka dipenuhi luka sayatan dan lebam akibat terjangan gelombang musuh gelombang pertama Meskipun Tera kini telah pulih sepenuhnya kondisi Arka justru berbanding terbalik pemuda itu merasakan tekanan berat yang