Cuplikan Chapter ini
Malam di benteng utama Golongan Hitam menyuguhkan pemandangan yang begitu kelam dan menyesakkan Udara dipenuhi oleh bau belerang dan asap pekat dari tungku-tungku penempaan senjata yang menyala tanpa henti Di ruangan singgasana yang luas dan suram dinding-dinding batu hitamnya dihiasi oleh panji-panji bergambarkan tengkorak bertaring yang berkibar pelan tertiup angin malam dari jendela tinggi Di atas singgasana besar yang terukir dari batu obsidian sang pimpinan tertinggi Golongan Hitam