Cuplikan Chapter ini
Rumpun semak berduri di tepi bukit belakang Benteng Naga Emas bergetar pelan diterpa angin malam Udara terhirup kaku membawa aroma belerang dan besi berkarat dari dinding luar benteng batu yang membentang kokoh Di balik naungan pohon cemara tua dua sosok perempuan tenggelam dalam konsentrasi mutlak Zahra memegangi kompas kristal berbingkai perak sementara Chafia berjongkok di sampingnya dengan tangan bersedekap matanya tak lepas menatap pendar pirus di tengah permukaan kristalBagaiman