Cuplikan Chapter ini
Angin dingin membentur tebing Lembah Sunyi membawa harum tanah basah dan desir daun cemara Di depan pondok kayu yang lapuk ditelan usia Arka Rimbun menundukkan kepala Pria tua bersahaja di hadapannyaBanyu Cakramenatap pemuda itu dengan binar mata yang memancarkan kearifan ribuan purnamaSepuluh tahun bukan waktu yang singkat Arka suara Banyu Cakra mengalun berat sarat makna Kau datang sebagai anak kecil yang dihantui ketakutan Hari ini kau melangkah pergi sebagai seorang lelaki ya