Cuplikan Chapter ini
Desau angin malam membawa hawa dingin yang menusuk tulang hingga ke relung dada merayap di antara celah-celah tenda darurat yang berdiri rapuh di lembah terpencil Perkemahan sementara itu diselimuti oleh keheningan yang menyesakkan di mana sisa-sisa kelelahan fisik masih menggelayuti tubuh setiap anggota kelompok Mereka baru saja melewati perjalanan melelahkan sepanjang hari tanpa sempat memejamkan mata dengan tenang dan ketegangan batin akibat kecurigaan yang belum sepenuhnya reda masih