Cuplikan Chapter ini
Malam di reruntuhan benteng utama Golongan Hitam menyisakan keheningan yang teramat pekat Suara pertempuran telah lama sirna digantikan oleh desau angin malam yang membawa hawa dingin menusuk tulang Di atas lantai marmer yang berlumuran darah kering dan debu reruntuhan Tera berlutut dengan napas memburu Ia mendekap tubuh Arka yang terkulai lemas di pangkuannya Pria yang selama ini dikenal sebagai pemimpin tangguh dan tanpa rasa takut itu kini terbaring tak berdaya dengan luka robek men