Cuplikan Chapter ini
Malam di Istana Obsidian tidak pernah mengenal kedamaian Di dalam aula utama yang diterangi oleh obor-obor berapi biru menyala bayangan-bayangan mengerikan menari di dinding batu hitam yang licin Aroma kemenyan pekat bercampur bau darah segar mengambang di udara menciptakan atmosfer sesak yang sanggup meremukkan mental siapa saja yang menginjakkan kaki di sana Di ujung ruangan di atas singgasana yang terbuat dari tengkorak dan lempengan besi legam duduk sosok paling ditakuti di seluruh