Cuplikan Chapter ini
Malam baru saja merangkak naik meninggalkan bias jingga yang perlahan tertelan oleh pekatnya kegelapan hutan purba di perbatasan wilayah rimba persilatan Angin malam berhembus kencang membawa aroma lembap tanah basah humus busuk dan desau daun-daun lebar yang bergesekan bagai bisikan makhluk tak kasat mata Di bawah naungan kanopi pohon-pohon raksasa yang menjulang tinggi menutupi cahaya bintang enam orang pendekar berjalan beriringan dengan langkah sangat hati-hatiDi barisan paling de