Cuplikan Chapter ini
Desir angin pagi menyapu reruntuhan batu di lembah sunyi membawa sisa-sisa embun yang menempel pada jubah para anggota kelompok yang tersisa Selama bertahun-tahun sifat dingin kaku dan jarak emosional yang selama ini menyelimuti diri Tera seolah menjadi benteng es tak tertembus yang memisahkannya dari dunia luar Ia jarang sekali berbicara panjang lebar lebih memilih menyembunyikan setiap luka batin di balik tatapan mata yang tajam dan sikap acuh tak acuh kepada siapa pun termasuk reka