Cuplikan Chapter ini
Desau angin pagi di Lembah Kematian berhembus kencang membawa aroma daun basah bercampur debu tanah yang tandus Di bawah naungan langit mendung barisan pasukan musuh bergerak merayap maju seperti gelombang hitam legam yang siap melibas apa saja di jalur mereka Suara derap ribuan kaki kuda dan dentingan zirah besi menggema memecah keheningan lereng bukit menciptakan tekanan psikologis yang luar biasa bagi siapa pun yang mendengarnya Namun di atas rerimbunan dahan pohon-pohon purba di si