Cuplikan Chapter ini
Desir angin lembah yang membawa sisa-sisa abu peperangan berembus pelan menampar permukaan tanah yang basah oleh darah dan embun malam Di tengah hamparan reruntuhan arena pertarungan yang baru saja mereda suasana terasa begitu sunyi dan mencekam menyisakan napas tersengal-sengal dari mereka yang masih bertahan hidup Arka berdiri terpaku di hadapan pusaran energi sisa Kitab Teratai Agung tubuhnya limbung dan kedua tangannya gemetar hebat menahan beban batin yang hampir meremukkan jiwanya