Cuplikan Chapter ini
Desir angin malam yang dingin berembus melewati celah-celah batu karang di benteng pertahanan musuh membawa serta bau mesiu dan kelembapan malam yang menusuk tulang Di atas dinding batu yang tinggi menjulang Arka dan Tera bergerak tanpa suara bagaikan dua bayangan malam yang menyatu dengan pekatnya kegelapan Dengan cengkeraman tangan yang kuat pada tepi besi teralis Arka mendahului masuk melalui lubang ventilasi udara yang sempit disusul dengan lincah oleh Tera tepat di belakangnya Ked