Cuplikan Chapter ini
Udara dingin di Goa Puncak Sunyi menusuk hingga ke sumsum tulang Kabut tebal merayap di setiap celah bebatuan seolah menutupi dunia luar dari segala hiruk-pikuk kehidupan fana Di dalam goa yang remang-remang itu Arka Rimbun duduk bersila di atas permukaan batu yang basah oleh tetesan air gua Napasnya teratur naik turun secara ritmis mengikuti detak jantungnya yang mulai menyatu dengan keheningan malam Di hadapannya Banyu Cakra berdiri tegap dengan jubah abu-abu yang melambai perlahan