Cuplikan Chapter ini
Malam perlahan merangkak naik meninggalkan sisa-sisa aroma mesiu darah segar dan kelembapan tanah hutan yang basah oleh embun Di bawah naungan lebatnya dedaunan pohon purba keheningan yang mencekam mulai menggantikan hiruk-pikuk suara baja yang beradu dan teriakan kesakitan dari pertempuran sengit yang baru saja usai Kemenangan memang telah berada di tangan mereka namun kelegaan itu terasa hambar saat dirasakan di tengah reruntuhan markas musuh yang kini tinggal memorak-porandakan tana