Cuplikan Chapter ini
Asap tipis sisa pembakaran dupa penenang jiwa masih mengambang di udara ruang tengah markas darurat Lembah Sunyi Di atas balai kayu yang dilapisi kain tipis Arka perlahan mencoba menegakkan punggungnya Tubuhnya masih sangat lemah wajahnya pucat dan napasnya pendek-pendek setelah baru saja melewati ambang batas antara hidup dan mati Setiap kali ia mencoba menggerakkan bahunya rasa nyeri yang menusuk menembus dadaJangan dipaksakan berdiri dulu Arka tegur Tera lembut seraya menahan dad