Cuplikan Chapter ini
Angin malam di puncak bukit berembus kencang membawa serta debu dan sisa-sisa bara api yang berpijar di antara puing-puing bangunan batu yang hancur Suasana di sekitar benteng utama Golongan Hitam berubah drastis dalam sekejap mata dari sebuah markas angker yang penuh dengan aura pembantaian menjadi padang kehancuran yang sunyi dan mencekam Pertempuran puncak yang melelahkan itu akhirnya mencapai titik nadir penentuan setelah benturan kekuatan spiritual terakhir menghancurkan pelindung hi