Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Kota Bandar Lampung menyembulkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah payung terpal pedagang di Pasar Tugu menciptakan garis-garis terang di atas lantai semen yang basah dan padat oleh lalu-lalang manusia Aroma rempah-rempah yang tajam berpadu dengan bau khas ikan segar dari los bagian belakang sementara suara riuh tawar-menawar harga dan deru kendaraan dari jalan raya di luar pasar menciptakan simfoni kehidupan kota yang begitu hidup Di tengah keramaian itu Ar