Cuplikan Chapter ini
Kabut malam merayap pelan dari celah-celah bukit barisan menyelimuti permukaan air Danau Ranau yang tenang bagai cermin hitam raksasa Di bawah naungan langit tanpa bintang hanya ditemani cahaya bulan separuh yang memantulkan pendar perak di atas riak air Bayu berdiri mematung di dekat dermaga bambu yang sudah rapuh dimakan usia Suara serangga malam berpadu dengan deburan kecil air yang menampar tiang-tiang penopang dermaga menciptakan suasana sunyi yang teramat sakral sekaligus mencekam