Cuplikan Chapter ini
Pagi hari di Kota Medan menyapa dengan bias cahaya matahari yang menembus celah-celah jendela kamar kerja yang berdebu Di atas meja kayu mahoni tempat Arya biasa menyunting foto selembar amplop berwarna krem tergeletak begitu saja di samping tumpukan kamera DSLR tuanya Udara dingin sisa hujan semalam masih merayap pelan membawa aroma khas kertas tua dan tinta basah yang menyeruak begitu Arya mendekatkan wajahnya Hatinya mendadak berdegup kencang merasakan firasat kuat bahwa amplop itu b