Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di sudut kota kecil itu perlahan-lahan menyusut meninggalkan bias jingga kemerahan yang memantul di kaca-kaca jendela rumah kayu berangka tua Udara lembap sisa hujan gerimis siang tadi masih menggantung di emperan toko bercampur dengan bau tanah basah dan aroma kopi sangrai yang mengepul dari warung-warung kecil di sepanjang jalan utama Di sebuah beranda rumah berpagar cat putih yang mulai mengelupas Nurhayati berdiri gelisah sambil melipat kedua tangannya di dada Kain sel