Cuplikan Chapter ini
Cahaya lampu meja kerja yang temaram memantul lembut di atas permukaan cangkir keramik berisi teh hangat yang mengepulkan uap tipis Di dalam keheningan ruang keluarga apartemen yang baru saja terbebas dari dering telepon kantor dan rentetan surel bisnis Nurhayati duduk bersila di atas karpet wol tebal memeluk kedua lututnya dengan tatapan menerawang jauh ke arah galeri sketsa kecil di sudut ruangan Arya duduk di sampingnya membiarkan keheningan malam mencair secara alami setelah hari yan