Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menembus celah-celah tirai jendela kamar kos di ibu kota menyapukan bias cahaya putih kekuningan ke atas meja kerja kecil tempat tumpukan berkas dan buku-buku arsip tersusun rapi Raden Bagaswara duduk di kursi kerjanya sambil menyeruput secangkir kopi hitam yang mengepulkan uap tipis memandarkan pandangan tenang ke arah luar jendela di mana hiruk-pikuk kendaraan bermotor mulai memadati jalanan kota Waktu menunjukkan pukul delapan lewat sepuluh menit pagi saat ketenangan bat