Cuplikan Chapter ini
Udara dini hari di Kampung Cempaka masih menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang merambat melalui celah-celah dinding bilik bambu dan menghembuskan embun beku di atas daun-daun talas yang rimbun di pekarangan Di dalam rumah panggung keluarga besar yang kokoh dan megah di ujung dusun lampu pelita minyak tanah menyala terang di ruang utama memancarkan cahaya kekuningan yang menerangi ukiran kayu jati kuno pada setiap pilar penyangga rumah tersebut Waktu menunjukkan pukul tiga lewat tiga