Cuplikan Chapter ini
Cahaya matahari sore menyusup lembut melalui jendela kaca besar ruang keluarga apartemen di Jakarta memantulkan bias jingga keemasan yang menghangatkan lantai kayu jati di bawahnya Arya duduk bersila di atas karpet wol tebal memegang secangkir teh hijau yang mengepulkan uap tipis sementara matanya menatap lembar demi lembar sketsa tua dan kliping koran yang berserakan di atas meja rendah Di sudut ruangan Nurhayati tengah membereskan peralatan melukisnya setelah seharian penuh berkutat d