Cuplikan Chapter ini
Matahari baru saja merayap naik dari balik punggung bukit barisan menyapukan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah jendela kamar panggung berbilik bambu di pinggiran Kampung Cempaka Di atas tempat tidur kayu berukuran sedang Raden Bagaswara terjaga dari tidurnya yang tidak nyenyak dengan kelopak mata yang terasa berat akibat sisa-sisa kelelahan fisik dan mental dari malam sebelumnya Bayangan wajah Nurhayati terus berkelebat di mata Bagas tidak luput sedetik pun dari pandanganny