Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di dusun terpencil itu memancarkan bias cahaya pucat menembus kabut tipis yang menggantung di atas atap-atap rumah panggung Suasana di halaman rumah Pak Hasan terasa begitu kontras dibandingkan hari-hari perayaan sebelumnya tidak ada lagi gelak tawa tamu undangan alunan musik tradisional atau riuh rendah suara tetangga Yang terdengar hanya deru angin lembah bergesekan dengan rumpun bambu membawa serta aroma tanah basah dan sisa embun malam yang membekukan udara Di teras d