Cuplikan Chapter ini
Langit sore di ibu kota menumpahkan bias jingga keemasan yang menembus celah-celah gedung pencakar langit memantul di kaca-kaca jendela halte bus yang dipadati oleh manusia-manusia lelah selepas jam kerja Di tengah bisingnya deru kendaraan bermotor dan klakson yang bersahutan di jalanan protokol Arga duduk termenung di atas bangku beton halte memperhatikan sepatu pantofelnya yang sudah mulai mengelupas di bagian ujung Udara panas bercampur debu jalanan menyengat hidung tetapi dingin yan