Cuplikan Chapter ini
Langit sore di atas dusun kecil itu menggantung rendah dengan warna kelabu yang pekat menumpahkan sisa-sisa hujan gerimis yang membuat jalanan tanah merah berubah menjadi kubangan berlumpur yang licin Angin lembap berembus malas menggoyang-goyangkan daun-daun pisang di pekarangan rumah yang tampak basah dan suram Di bawah naungan emperan warung kopi milik Mang Udin yang sudah reot suasana terasa begitu sepi dan lengang jauh berbeda dari biasanya ketika gelak tawa para pemuda desa riuh m