Cuplikan Chapter ini
Arloji murah di dinding kamar kos berukuran tiga kali tiga meter itu menunjukkan pukul dua pagi tetapi mata Arga masih terjaga lebar menatap langit-langit tripleks yang dipenuhi noda rembesan air hujan Udara malam kota pelabuhan yang lembap dan pekat oleh bau asin air laut menyusup melalui celah-celah ventilasi membawa serta kesunyian yang terasa begitu memekakkan telinga Di atas meja kayu kecil di sudut ruangan secangkir kopi hitam yang sudah dingin sejak beberapa jam lalu dibiarkan be