Cuplikan Chapter ini
Mentari pagi di tanah Sumatra merayap lambat di balik jajaran bukit barisan menyapukan bias jingga kemerahan ke atas permukaan Danau Ranau yang tenang Udara dingin pegunungan menyergap pori-pori kulit Aris seketika ia melangkah turun dari bus antar-provinsi yang membawanya setelah perjalanan malam yang melelahkan Bau tanah basah embun pagi dan aroma khas pepohonan pinus langsung membangkitkan memori masa kecil yang sudah bertahun-tahun terkubur rapat di dalam sanubarinya Di sekelilingny