Cuplikan Chapter ini
Matahari sore menyiramkan cahaya keemasan melalui celah-celah ventilasi kayu di sudut kafe kecil yang dikelola oleh Kirana seorang perempuan berhati lembut dengan senyum yang selalu berhasil menenangkan siapa saja yang datang Di atas meja bundar berlapis taplak putih bersih dua cangkir teh kamomil mengepulkan uap tipis yang beraroma menenangkan Aris duduk di kursi kayu dengan postur tubuh yang sedikit kaku jemarinya memutar-mutar tangkai cangkir secara perlahan sementara matanya menatap