Cuplikan Chapter ini
Cahaya lampu meja yang berpendar kuning redup gagal menembus pekatnya suasana di dalam kamar tidur utama rumah panggung Tapanuli Selatan itu Udara malam berembus dingin melalui celah-celah papan kayu membawa aroma tanah basah dan sisa dupa dari ruang tengah tempat kerabat dan tetangga baru saja membubarkan diri Di atas ranjang berukuran sedang Arya meringkuk dalam diam Selimut tebal wol menutupi sebagian besar tubuhnya yang terasa kaku sementara tatapannya terpaku kosong pada dinding ka